Melihat Peran Operator Dalam Memfasilitasi PJJ

Melihat Peran Operator Dalam Memfasilitasi PJJ

Jakarta, Selular. iD – Seperti diketahui pemerintah melalui Kementerian Pendidikan & Kebudayaan (Kemendikbud) meresmikan kebijakan sandaran kuota data internet tahun 2020.

Kebijakan ini diharapkan dapat membantu akses informasi bagi guru, siswa, mahasiswa, dan pembimbing dalam menjalani Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama masa pandemi.

Nadiem Makarim, Menteri Pelajaran dan Kebudayaan (Mendikbud) mengatakan keterbatasan ketersediaan paket data internet bagi pendidik dan peserta didik selama ini menjadi salah satu sandungan yang dihadapi selama Pembelajaran Senggang PJJ.

Solusinya, Kemendikbud beserta pemangku kepentingan lainnya menganjurkan subsidi kuota internet untuk siswa, guru, mahasiswa, dan dosen selama empat bulan senilai Rp tujuh, 2 triliun.

“Seluruh penerima manfaat yakni peserta siswa, guru, mahasiswa, dan dosen akan mendapatkan kuota internet sesuai yang diperlukan selama empat bulan ke depan, ” tutur Nadirm, pada blog resmi Kemendikbud.

Bantuan kuota data internet dengan diberikan pemerintah terdiri dari dua jenis, yakni kuota umum dan kuota belajar. Kuota umum berguna yang dapat digunakan untuk mengakses seluruh laman dan aplikasi, sedangkan kuota belajar berarti yang hanya dapat digunakan untuk mengakses laman dan aplikasi pembelajaran dengan daftar yang tercantum pada http://kuota-belajar.kemdikbud.go.id/.

Alokasi kuota yang dikasih yakni untuk peserta didik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebesar 20 GB/bulan. Peserta didik tinggi pendidikan dasar dan menengah 35 GB/bulan, pendidik pada Paud serta jenjang pendidikan dasar dan menengah 42 GB/bulan, serta untuk mahasiswa dan dosen 50 GB/bulan. Seluruhnya mendapatkan kuota umum sebesar 5 GB/bulan, sisanya adalah untuk catu belajar.

Mendikbud mengatakan kuota internet akan dibagikan menyeluruh kepada seluruh pendidik dan pengikut didik yang telah terdaftar.

Mekanisme pemberian bantuan catu data internet diawali dengan pendataan dan verifikasi nomor ponsel. Kedua, Kemendikbud melakukan verifikasi dan validasi nomor ponsel oleh operator seluler.

Ketiga, penerbitan Tulisan Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM). Dan terakhir, pemutakhiran nomor hp.

Untuk bulan prima, tahap pertama bantuan kuota dikasih pada 22-24 September 2020, disusul tahap kedua pada 28-30 September 2020. Kuota berlaku 30 keadaan terhitung sejak diterima oleh cetakan ponsel.

Untuk kamar kedua, bantuan kuota diberikan dalam 22-24 Oktober 2020 untuk tahap I, 28-30 Oktober 2020 untuk tahap II yang berlaku semasa 30 hari terhitung sejak diterima nomor ponsel.

Sedangkan untuk bulan ketiga dan keempat, tahap I diberikan pada 22-24 November dan tahap II pada 28-30 November 2020 yang valid selama 75 hari sejak diterima nomor ponsel pendidik dan peserta didik.

Penyambut Kuota 

Untuk mengetahui sejauh mana bantuan kuota itu sampai kependidik dan anak sekolah, saat yang serupa, Nadiem berdialog bergabung para penerima bantuan kuota bahan internet kepada pendidik, Santi Sari Dewi, guru SMP Islam Baitul Izzah Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur; Nuriyani Kobandaha dan Gita Kobandaha, perwakilan pengampu Keyra Divia SD Negeri 1 Tanoyan Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Serta Harris Munandar, mahasiswa Teknik Informatika Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat.

Harris menyampaikan bahwa ia sangat mengetahui berapa kuota yang habis jika digunakan untuk PJJ. Dia mencontohkan satu video conference bisa menghabiskan hampir 1 GB.

“Dengan bantuan 50 GB dari Kemdikbud dan Tri memberikan 30+6 GB. Apalagi hamba mahasiswa informatika, jadi overall sangat membantu. Saya di perbatasan, tersedia yang belum mendapatkan infrastruktur petunjuk, apalagi di dekat perbatasan Malaysia sangat sulit mendapatkan sinyal, harus di satu tempat. Tapi secara keseluruhan, sangat membantu, apalagi kami mahasiswa yang tugasnya sangat banyak, ”jelasnya.

Dikatakan Harris, peranan internet bagi Haris di mewujudkan cita-citanya sangat besar karena bahan-bahan programmer banyak dari internet, sehingga harus sering browsing. Penyiar Tri dekat dengan rumah jadi sinyal Tri dapat diterima secara baik.

Danny Buldansyah, Wakil Presiden Direktur Hutchison 3 Indonesia menuturkan, Tri hadir untuk memberikan bantuan kepada seluruh civitas akademika di Indonesia untuk bisa tetap melaksanakan kegiatan belajar membudayakan di tengah pandemi.

Untuk mendapatkan kuota gratis tersebut, mahasiswa hanya perlu mendaftarkan surat Tri yang dimilikinya ke madrasah tinggi. Setelah itu sekolah tinggi akan mendaftarkan nomor tersebut ke Dikti/Pusdatin untuk kemudian pusdatin akan merekap semua data.

Baca Juga: Program Kuota Internet Kemendikbud Meluncur, Sudah Menjawab Persoalan PJJ kah?

Tidak cuma itu, masing-masing mahasiswa juga berpeluang mendapatkan bonus kuota 36GB lantaran Tri, dengan 10 GB bisa digunakan untuk aplikasi apapun & 26GB khusus untuk aplikasi edukasi yang akan diberikan setelah mahasiswa/dosen menerima notifikasi SMS dari pihak Tri.

Tri meminta dengan adanya program ini akan memberikan kemudahan mahasiswa dalam mengakses internet serta mendukung agar kesibukan belajar mengajar tetap berjalan dalam tengah pandemi.

Survei Kebutuhan Penggunaan Data Untuk PJJ

Tatkala Nizam, Direktorat Jenderal Pendidikan Mulia (Ditjen Dikti) dalam acara Maya bersama salah satu operator baru- baru ini menjelaskan,   kehadiran teknologi menjadi kebutuhan pokok sehari-hari, meskipun banyak yang mengalami tahanan dalam pembiayaan.

Bea dalam pemanfaatan teknologi ini menjelma concern. Tidak dapat dipungkiri bahwa pada masa pandemi ini muatan pulsa mendadak berlari seperti kereta cepat, maka kerja sama secara penyedia jasa telekomunikasi sangat dibutuhkan demi kelancaran proses pembelajaran tenggang jauh.

Nizam juga mengungkapkan bahwa hal ini dikerjakan demi memenuhi kebutuhan proses pembelajaran dosen dan mahasiswa. Ia menginginkan seluruh insan perguruan tinggi bisa mendapatkan layanan semurah mungkin secara jangkauan seluas mungkin.

Pihaknya sudah melakukan survei, kalau rata-rata kebutuhan penggunaan data buat pembelajaran jarak jauh adalah 50GB per-bulan, sementara daya beli umum untuk kuota di bawah Rp100. 000, maka dari itu menetapkan disediakan layanan internet seramah mungkin sesuai dengan kantong mahasiswa

Sebagai informasi peresmian kecendekiaan bantuan kuota data internet tarikh 2020 yang  diadakan baru-baru ini disaksikan langsung secara virtual oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate, Menteri Institusi Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, dan para Direksi operator seluler yang ada di Nusantara yakni Telkomsel, Indosat Ooredoo, XL Axiata, AXIS, 3 (Tri), serta Smartfren.